Sunday, January 23, 2011

Proses Penetasan Lebah Madu

Proses Penetasan

Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel
yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel.
Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari
oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang
nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa.


Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit,
setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk
makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:
a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak
di pinggir sarang.
b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik
hitam di tengahnya.
c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak
jumlahnya.

Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu
telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan
punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan
lebah: 
a. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1
hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari,
Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.
b. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2
hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
c. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup
3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari,
Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari.

Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu
dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif,
kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah
tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa
untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel
menjadi lebah muda sesuai asal selnya.

No comments:

Post a Comment